sidetekin

Menghilangkan kecanduan Mengupil


Ngupil adalah candu. Kalau sudah kecanduan, pasti bahaya. Candu bernama ngupil ini lebih berbahaya lagi kalau "dioplos" sama melamun. Ngupil sambil melamun bisa beresiko merusak konsentrasi, bagi diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Nekat melakukannya saat mengemudikan kendaraan bermotor? Wah, hati-hati nyungsep lho.

Saat asyik ngupil, baik dengan gaya satu lubang maupun gaya dua lubang, trus tiba-tiba kita ketemu seseorang yang kita hormati atau kawan yang lama tak pernah kita jumpai, apa yang akan terjadi? Lazimnya pasti kita akan mengulurkan tangan untuk menjabat tangan. Tapi kan tadi udah kepergok lagi ngupil? Pakai tangan kanan lagi. Jadi gimana dong? Ya jabat tangan aja nggak papa kok. Kalau dianya jadi kelihatan jijay kasih aja tisu basah. Gitu aja kok repot.

Makanya untuk menghindari hal-hal memalukan gara-gara kecanduan ngupil, lebih baik berusahalah untuk menyembuhkan diri dari kecanduan ngupil. Tak perlu menunggu campur tangan BNN (Badan Ngupil Nasional) untuk merehabilitasi kecanduan ngupil kita. Bangunlah kepercayaan dari dalam diri sendiri bahwa kebiasaan ngupil bisa dilenyapkan.

Jika kita termasuk pecandu berat, alangkah baiknya minta pendampingan orang yang dipercaya untuk membantu menyembuhkan kecanduan ini. Misalnya pacar, adik, kakak, atau sahabat. Saat anda merasa lagi kepengen banget ngupil dan hampir tak bisa menahannya, tugas pendamping inilah yang menggantikan anda untuk terpaksa ngupilin ke lubang hidung anda. Kalau anda malah keenakan sih terlalu banget ya? Jari orang lain ngobok-obok lubang hidung kita? Jijay kan? Inilah tujuan adanya pendamping, membuat anda menyadari kalau ngupil itu menjijikkan.

Selama masa penyembuhan, lebih baik gunakan sarung tangan ke manapun pergi. Ngupil pakai sarung tangan adalah hal yang tidak nikmat tentunya. Lebih baik lagi jika sarung tangannya sudah bau apek.

Sering-sering pula menggenggam tangan dan sebisa mungkin untuk tidak mengangkat tangan mendekati wajah untuk menghindari jari anda nyasar ke lubang hidung. Lebih baik menjauh dari lubang kenikmatan semu itu sebelum menyesal dengan akibatnya.

Oke, demikian saran-saran yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pecandu ngupil di seluruh Indonesia.

source

Pengetahuan 4011179572592932265

Most View

Recent

Thanks To Our Advertiser

Kirim Artikel Kamu!

 photo YWJW_82232_zps24cf568e.png

Klik Untuk Berita Terbaru






item