sidetekin

Ini 5 Temuan Pelajar Indonesia yang Menuai Decak Kagum

1. Pembersih jamur kentang dari ekstrak batang pepaya


Locelyne Livia Kusuma (16), berhasil meneliti ekstrak batang pepaya dan memproduksinya menjadi sabun untuk membersihkan jamur pada buah kentang.

Siswi yang berasal dari SMA Santa Laurensia Tangerang ini pun berhasil meraih medali emas dalam International Conference of Young Scientists ke-21 di Belgrade, Serbia.

Locelyne mengaku tidak menyangka bahwa penelitiannya itu bisa memenangkan kompetisi, karena awalnya dia sempat merasa pesimis dengan saingannya dari negara lain yang memiliki alat lebih modern dan canggih daripada Indonesia.

Saya sempat minder lawan Belanda. Tapi tidak disangka, saya menang. Ternyata yang dinilai bukan soal kecanggihannya, tapi soal metodologi yang simpel. Ini semua berkat dukungan pembina dan orang tua saya," kata Locelyne.

Locelyne menjelaskan, riset sabun ekstrak batang pepaya yang sudah ditelitinya sejak satu tahun lalu itu, dapat menyelamatkan kualitas kentang yang menurun akibat tumbuhnya jamur.

Dirinya juga mengatakan, penemuannya ini dapat memanfaatkan limbah batang pepaya menjadi sesuatu yang lebih berguna, daripada sekedar dibuang.

Kalau kentang sehabis panen didiamkan, maka akan tumbuh jamur. Jadi sabun tersebut bisa digunakan untuk mencuci kentang saat pasca panen, sekaligus sebagai daur limbah dari batang pepaya yang bisa jadi inovasi dari pada dibuang, katanya.

2. Pengharum ruangan dari kotoran sapi


Dwi Nailul Izzah dan Rintya Aprianti Miki yang baru berusia 17 tahun, membuat terobosan baru berupa pengharum ruangan dari kotoran sapi.

Dua orang remaja putri asal Lamongan, Jawa Timur itu mencoba untuk mendayagunakan kembali limbah kotoran sapi, menjadi pengharum ruangan yang ramah lingkungan.

Mereka mengumpulkan limbah kotoran dari peternakan sapi di lingkungannya, dan melakukan proses fermentasi selama tiga hari. Kotoran sapi yang telah di fermentasi tersebut lalu diekstraksi dan dicampur dengan air kelapa, untuk kemudian disuling guna menghilangkan kotorannya.

Setelah itu, maka jadilah produk akhir dari kotoran sapi terfermentasi itu berupa udara cair dengan aroma alami dari tumbuh-tumbuhan.

Meskipun terbuat dari kotoran hewan, tapi ternyata pengharum ruangan ini memiliki aroma segar dan baik untuk kesehatan manusia karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya (aerosol) seperti produk lain di pasaran.

Berkat penemuan mereka itu, keduanya berhasil memenangkan hadiah pertama di Olimpiade Sains Project, sambil terus melaju di kancah lomba sains internasional lainnya guna memperkenalkan penemuan mereka tersebut.

3. Mobil bertenaga kapur


Lima mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, membuat mobil dengan tenaga kapur yang direaksikan dengan larutan asam. Atas penemuan tersebut, mereka berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi Chem E-Car di Perth, Australia.

Kelima mahasiswa Fakultas Teknik yang mewakili Indonesia itu adalah Dobita A Feliciana, Rizka Dwi Octaria, Dwi C Pujayanti, Afida Khofsoh, dan Sidiq Darmawan.

Ketua tim Universitas Brawijaya, Dobita A Feleciana mengatakan, mobil karya mereka yang dipamerkan dan diperagakan dalam kompetisi purwarupa (prototype) itu, merupakan mobil dengan bahan bakar terbarukan yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di Asia dan Australia.

"Mobil ini digerakkan dengan menggunakan batu kapur yang direaksikan dengan larutan asam," kata Dobita seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/11).

Dobita mengemukakan prinsip kerja mobil tersebut memanfaatkan reaksi antara batu kapur dengan Hcl. Reaksi ini akan menghasilkan reaksi eksotermis, yang kemudian diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan susunan bahan semikonduktor tipe-p dan tipe-n.

Semi konduktor itu disusun sedemikian rupa dan energi listrik inilah yang digunakan untuk menggerakkan motor DC dan akan ditransmisikan ke roda mobil.

"Kami memulai semuanya dari nol dengan otodidak dan kami senang dengan hasil yang kami peroleh. Apalagi dalam kompetisi tersebut, kami tergolong pendatang baru. Namun, ternyata kami mampu mengalahkan beberapa perguruan tinggi ternama di Asia dan Australia," kata Dobita.

"Tujuan dari kompetisi dan keberadaan mobil purwarupa ini untuk memberi alternatif lain bahan bakar dalam mengembangkan kendaraan yang diproduksi secara massal, apalagi bahan baku batu kapur di wilayah Malang ini cukup melimpah, terutama di Malang selatan," pungkasnya.

4. Gel penyembuh luka dari kaktus


Lima mahasiswa kedokteran UGM berhasil membuat kaktus centong yang tumbuh liar di pantai Samas, Bantul, menjadi gel penyembuh luka. Mereka adalah Ditya Devale, Nadira, Ruli Aulia, Aulia Fitri dan Khairunnisa, yang berhasil membuktikan bahwa kaktus centong bisa mempercepat proses penyembuhan luka terbuka.

Percobaan awal dilakukan pada seekor tikus. Dari uji coba yang mereka lakukan itu, gel tersebut terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan luka dari biasanya.

"Kami uji pada tikus, kami amati perkembangan sel dengan mikroskop dan ternyata proses regenerasi sel fibroblast lebih cepat, sehingga luka pada tikus cepat sembuh," kata Ruli.

Hingga saat ini Ruli mengatakan masih terus melakukan penelitian lebih lanjut. Karena selain bisa mempercepat penyembuhan luka, ekstrak kaktus centong ini diakui juga berpotensi menjadi bahan baku kosmetik, karena kandungan vitaminnya yang tinggi.

"Kami berharap ini bisa diteruskan, saat ini kami mencoba menggali nilai ekonomis produk ini. Selain penyembuhan luka, ternyata ada juga potensi untuk menjadi kosmetik," jelasnya.

5. Vaksin Flu Burung Organik dari ekstrak buah Mahkota Dewa


Artina Prastiwi, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, berhasil menemukan vaksin penghambat virus flu burung (H5N1). Vaksin yang berhasil dibuatnya itu bukan berasal dari bahan kimia, melainkan dari bahan organik atau herbal dari ekstrak buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa).

"Ekstrak buah Mahkota Dewa itu mengandung senyawa saponin yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung," kata Artina.

Artina menjelaskan, ekstrak buah Mahkota Dewa mengandung senyawa saponin yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung. Menurutnya, jika senyawa itu digunakan dalam dosis yang tepat, hal itu bahkan bisa menghambat virus mencapai 87 persen.

Setelah melewati beberapa kali penelitian, akhirnya ditemukan dosis yang tepat untuk menghambat virus tersebut secara efektif dalam diri unggas. "Dari hasil penelitian saya, dosis yang tepat adalah 10 persen," pungkasnya.

Artina berharap vaksin flu burung organik bisa diproduksi secara massal. Sebab, vaksin yang beredar saat ini selain mengandung bahan kimia yang memberikan efek samping negatif pada unggas, ternyata harganya juga cukup mahal. (via kaskus)

BIAR LEBIH UPDATE, FOLLOW US!

Skripsi Bakal Dihapus Dari Syarat Kelulusan S1

Ganti menteri, ganti kebijakan. Itu yang terjadi di negeri ini. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) berencana menelurkan kebijakan baru. Yakni tidak mewajibkan p...

Ini Warisan Indonesia untuk Dunia

Culture of the mind must be subservient to the heart. -Mahatma Gandhi- Itulah yang dikatakan Mahatma Gandhi 70 tahun lalu. Kita perlu besyukur bahwa negeri kita dianugerahi ribuan seni, budaya...

Mau Tau Isi Koper Pengawal Jokowi?

Sekilas, koper ini tampak seperti koper lainnya yang dipakai para pekerja kantoran. Namun, saat dibuka, koper itu tidak berisi kertas atau pena, tapi berisi senjata otomatis. Seperti di film J...

Hot in weekMost ViewRecent

Most View

Ini Superhero-superheronya Indonesia

1. Gundala Putera Petir Gundala adalah tokoh komik ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik Gundala Putra Petir pada tahun 1969. Jelas tampak pengaruh komik superhero Amerika pada ...

Aneh, Ternyata Ada Jasa Pernikahan Keliling di Negara Ini

Jika di Indonesia ingin menikah maka kita harus pergi ke antor KUA (Kantor Urusan Agama) terdekat untuk melengkapi persyaratan menikah barulah penghulu dari KUA akan datang kerumah kita untuk ...

5 Masjid Paling Tua Di Indonesia

Berikut ini adalah 10 Masjid Paling Tua Di Indonesia, semua masjid-masjid ini dibangun di tanah air kita indonesia. Beberapa masjid berikut berumur mulai dari sekitar 70...

Inilah Hotel-Hotel Terunik di Dunia

Inilah hotel terunik yang mungkin belum pernah teman-teman saksikan. Hotel ini menyajikan keunikan yang membuat decak kagum bagi orang yang melihatnya. Inilah hotel-hotel terunik di dunia yang wajib...

10 Kelebihan Wanita dibanding Pria

Kebanyakan wanita tentunya mengagumi kaum lelaki. Tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa ternyata wanita memiliki beberapa kelebihan yang mengagumkan dibandingkan dengan laki-laki....

Sembilan Penemuan Muslim yang Menggoncangkan Dunia

Kehidupan modern tak lepas dari penemuan-penemuan ilmuwan muslim. Proyek 1001 kembali mengingatkan sejarah 1000 tahun warisan muslim yang terlupakan. Ada sebuah lubang dalam ilmu pengetahuan m...

Ini Sejarah Kenapa Semenit Itu 60 Detik

Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut ju...

Ini Dia Fakta-fakta Mengenai Ka'bah

Ternyata Bukan GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah (Fakta Ilmiah) Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kibl...

5 Bandar Narkoba paling Terkenal di Dunia

Berikut ini adalah 5 Bandar Narkoba paling Terkenal di Dunia, mungkin dari merekalah kita kenal narkoba, Siapa saja mereka mari kita lihat ke 5 Bandar Narkoba paling Terkenal di Dunia: Zh...

7 Teknologi Karya Anak Indonesia

1. Panser Anoa Namanya terilhami dari mamalia khas Sulawesi, Anoa tampilannya tidak kalah dengan buatan Eropa. Kelahirannya disiapkan untuk mewujudkan kemandirian di bidang alutsista oleh Depar...

Recent

Thanks To Our Advertiser

Kirim Artikel Kamu!

 photo YWJW_82232_zps24cf568e.png

Klik Untuk Berita Terbaru






item