sidetekin

Tips: Penting Dilakukan Ketika Banjir Datang


Musim hujan tiba, banjir pun datang. Begitulah yang terjadi hampir setiap tahunnya. Menyusahkan siapa, baik mereka yang tinggal di daerah langganan banjir maupun yang baru merasakan banjir. Bagi mereka yang rumahnya berloteng atau memiliki tingkat mungkin tidak begitu menjadi masalah saat harus mengamankan barang-barangnya. Namun, bagi yang rumahnya tidak bertingkat, tentu akan sangat menjadi repot dibuatnya.

Sebagai orang yang pernah tinggal di daerah langganan banjir, saya punya beberapa tips yang bisa dilakukan saat musim hujan dan banjir datang. Tidak saja meminimalkan kerugian harta benda, tips-tips berikut juga, yang terpenting, menghindarkan risiko jatuhnya korban jiwa.

Langsung saja yuk kita baca tipsnya….


— Cabut semua kabel dan amankan tabung gas

Pastikan tidak ada kabel-kabel yang yang masih berseliweran di lantai apalagi masih dalam posisi tercolok di kontaknya. kalau sampai ada kabel terendam dan kebetulan terbuka (mengelupas), setrum dapat menyebar kemana-mana. Akibatnya sangat fatal. Korban jiwa bisa jatuh ketika ada orang melintas di aliran listriknya. Karean itu, segera cabut dan rapikan semua kabel yang masih mencolok. Kalau perlu, matikan listrik langsung dari sekringnya.

Begitu juga dengan tabung gas. Untuk mencegahnya tidak terendam, apalagi sampai terjadi kebocoran, segera cabut dari selangnya, tutup lubang gasnya dengan plastik tebal, ikat, lalu amankan di tempat yang agak tinggi yang tak terjangkau air.


– Selamatkan dokumen penting dan perhiasan

Selamatkan dokumen-dokumen penting, seperti ijazah, akte kelahiran, surat tanah, sertifikat rumah, dll. Selain nilai pentingnya, ketika rusak atau hilang, pengurusan kembali dokumen-dokumen ini akan membuang waktu dan biaya. Agar tidak terburu-buru ketika banjir datang, lebih baik segala dokumen-dokumen tersebut disatukan dalam satu tempat khusu (misalnya koper) lalu bungkus dengan plastik untuk lebih memastikannya aman saat terkena air.

Namun, saran saya, jika Anda bermukim di daerah yang termasuk “langganan” banjir, sebaiknya simpan saja semua dokumen-dokumen tersebut kepada keluarga dekat atau orang lain yang benar-benar Anda percaya, yang rumahnya aman dari bankir. Seandainya tidak ingin merepotkan, titipkan saja saat musim hujan, lalu ambil kembali saat musim hujan telah berlalu.

Penting juga diingat, jika tetap menyimpan dokumen di rumah, jangan pernah menaruhnya dalam lemari, walaupun sudah dimasukkan ke koper dan dilapisi plastik. Pasalnya, ada kemungkinan lemari rubuh saat air meninggi.

Untuk perhiasan, jika Anda menyimpannya dalam kotak-kotak kecilterpisah, sebaiknya segera satukan di satu kotak besar. Setelah itu, bungkus juga kotaknya dengan plastik. Simpan di tempat yang aman. Namun, ada baiknya, sama seperti dokumen-dokumen penting, sebaiknya titipkan saja perhiasan-perhiasan ini di rumah keluarga yang rumahnya bebas banjir.

— Amankan barang-barang elektronik

Barang-barang elektronik seperti Kulkas, TV, Tape, Radio, DVD, PC, Laptop adalah barang yang selanjutnya harus diamankan. Barang elektronik yang terendam air dipastikan akan rusak, memakan biaya untuk memperbaikinya atau bahkan tidak dapat dipakai lagi jika kerusakannya sudah sangat parah. Sebaiknya, saat banjir datang, titipkan saja barang-barang ini kepada tetangga yang memiliki tingkat di rumahnya.

Jika tidak ingin merepotkan, amankan barang-barang ini di tempat yang lebih tinggi, misalnya meja makan. Namun, sebelum melakukannya, pikir-pikir terlebih dulu. Meja yang di tumpuki barang-barang berat, memang cukup kuat untuk tidak terangkat dan roboh akibat tekanan air, tetapi tetap juga harus diwaspadai, karena kemungkinan itu bisa saja terjadi. Jika sampai meja rubuh, tak ada gunanya peneyelamatan yang sudah dilakukan.

Jika pun meja tetap kuat menahan tekanan air dan tidak rubuh, pastikan apakah ketinggian air akan melebihi tinggi meja tersebut atau tidak. Jika jawabannya dirasa iya, sebaiknya tetap titipkan saja barang-barang elektronik itu saat air mulai masuk ke dalam rumah.


— Mengungsilah saat air semakin tinggi

Saat air sudah semakin tinggi, sebaiknya jangan memaksakan untuk berdiam diri di dalam rumah, dengan alasan apapun, apalagi hanya beralasan menjaga barang-barang. Yakinkan bahwa keselamatan Anda lebih berharga dari barang-barang tersebut.

Jika semua barang penting sudah diamankan, segeralah mengungsikan diri, terutama anak-anak. Bukan apa-apa, akan sangat menyulitkan mengungsi saat air sudah meninggi. Pengalaman saya, ketika air sudah setinggi betis saja, sudah susah untuk kita berjalan normal. Jika dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa, semakin sulit rasanya melangkahkan kaki. Saat arus besar, risiko terseret banjir sangat mungkin terjadi.

Pastikan juga, jangan sampai Anda terkurung banjir di dalam rumah dengan pintu tertutup. Sangat berbahaya. Anda bisa terjebak di dalam rumah, karean pintu akan sangat susah dibuka akibat tekanan air dalam dan luar. Sangat merepotkan ketika Anda harus cepat-cepat mengungsi

Hal ini pernah saya alami saat banjir besar tahun 2002 yang lalu. Ketika itu, air begitu cepat meninggi, tak terasa hampir mencapai dada. Sementara, saya dan seorang kakak masih ada di dalam rumah. Jelas, kami langsung memutuskan mengungsi. Namun, pintu yang dalam keadaan tertutup sangat susah sekali dibuka. Saya dan kakak panik. Air semakin meninggi, tetapi pintu tetap tak mau terbuka walau kami berdua sudah menaik gagangnya sekuat tenaga. Hampir putus asa, sempat terpikir untuk keluar dengan memanjat tralis kaca lalu menjebol eternit untuk keluar melalui genteng. Untungnya, pintu mau terbuka juga setelah air hampir mencapai leher.

— Buat pengamanan swadaya

Di tengah musibah, terkadang masih ada juga orang yang tega mengambil kesempatan dalam kesempitan. Menyatroni rumah yang kosong ditinggal mengungsi. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya dibuat pengamanan swadaya. Jadikan semua lelaki dewasa yang ada sebagai tenaga pengaman. Jaga semua pintu masuk permukiman. Jangan biarkan orang tak dikenal masuk. Menjaga adalah lebih lebih baik daripada harus kehilangan barang berharga karena ulah tangan-tangan mereka yang tak berperikemanusiaan. Semoga bermanfaat. (via green.kompasiana.com)
BIAR LEBIH UPDATE, FOLLOW US!

Unik 6014398612459280443

Most View

Recent

Thanks To Our Advertiser

Kirim Artikel Kamu!

 photo YWJW_82232_zps24cf568e.png

Klik Untuk Berita Terbaru






item